Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Maju Tambasanya, Bahagia Etosernya

" Kita terlalu jauh mencari cahaya, namun ternyata cahaya itu begitu dekat; Cahaya itu selalu bersama kita, di dalam diri Kita " (Kartini, 1902) Kutipan dari Buku Habis Gelap, Terbitlah Terang ini patut menjadi perhatian khusus bagi kita. Orang-orang yang telah tergerak untuk mengabdi ataupun belum. Karena sejatinya, kita akan memperoleh titik kesadaran untuk mengabdi dan berbuat lebih banyak untuk orang lain. Namun yang membedakan, ada yang cepat, ada yang lambat. Ada pula yang keburu wafat terdahulu. Kita bebas ingin memilih berada di posisi mana. Tapi bagi peserta Beastudi Etos Indonesia, kita dipaksa untuk sadar dan peka dengan tagline "Pemuda Kontributifnya". Harapannya terpaksa, menjadikannya terbiasa. Pagi ini pembinaan pagi yang menjadi rutinitas Beastudi Etos terasa spesial karena khusus  membahas Desa Produktif. Temanya " 5 Tahun Tambasa, Tidak ada perubahan ". Dari diskusi yang berlangsung, lahir tiga permasalahan utama terkait pengabdian...

Tambasa Menuju Desa Dunia

Rutinitas membunuh Sensitivitas. Begitulah pesan bijak kepada kita untuk memaknai lebih dalam tentang rutinitas. Kini pesan itu berlanjut menjadi rutinitas membunuh kreativitas. Hal yang patut menjadi perhatian kita sebagai orang yang bergelut dengan rutinitas sehingga kita lupa untuk sensitif. Sehingga kita lupa untuk lebih kreatif dan berinovasi. Era kedepan adalah era untuk orang-orang yang mampu berkreasi dan berinovasi. Apapun kondisi yang ada. Itulah yang menjadi tugas kita hari ini. Jika tidak, bersiap saja menjadi punah ataupun hilang ditelan zaman. Begitulah dengan potret kita dan desa kita hari ini. Desa Tambasa yang menjadi tanah kita lahir ataupun beraktivitas hari ini. Apakah desa ini hanya  tetap menjadi desa yang termarjinalkan, desa yang maju atau bahkan bisa saja menjadi punah. Jawabannya ada pada Kita. Apakah kita cukup Sensitif, kreatif dan inovatif untuk mengembangkan Desa ini. Atau kita hanya larut dalam rutinitas untuk hidup dan berkembang disini denga...

Kembali Menulis Blog 24/8/2018

Cita Tertinggi, Blog Pribadi Serius Pertama dari beberapa referensi dan perenungan yang dalam.  hehe. Blog-blog sebelumnya hanyalah merupakan pelengkap tugas sekolah, kuliah ataupun untuk ikut lomba. Blog ini benar berbeda karena lahir dari kesadaran untuk menulis sebagaimana inspirasi dari Buya Hamka tentang " Membacalah sebanyak-banyaknya dan kamu akan memperoleh titik Kesadaran untuk Menulis " Selanjutnya, disini akan lahir berbagai tulisan tentang gagasan, pengalaman dan tentunya akan berhimpun menjadi bagian dari #CitaTertinggi aku, kamu, dan kita semua. aamiin