Langsung ke konten utama

Tambasa Menuju Desa Dunia

Rutinitas membunuh Sensitivitas. Begitulah pesan bijak kepada kita untuk memaknai lebih dalam tentang rutinitas. Kini pesan itu berlanjut menjadi rutinitas membunuh kreativitas. Hal yang patut menjadi perhatian kita sebagai orang yang bergelut dengan rutinitas sehingga kita lupa untuk sensitif. Sehingga kita lupa untuk lebih kreatif dan berinovasi.
Era kedepan adalah era untuk orang-orang yang mampu berkreasi dan berinovasi. Apapun kondisi yang ada. Itulah yang menjadi tugas kita hari ini. Jika tidak, bersiap saja menjadi punah ataupun hilang ditelan zaman.
Begitulah dengan potret kita dan desa kita hari ini. Desa Tambasa yang menjadi tanah kita lahir ataupun beraktivitas hari ini. Apakah desa ini hanya  tetap menjadi desa yang termarjinalkan, desa yang maju atau bahkan bisa saja menjadi punah.
Jawabannya ada pada Kita. Apakah kita cukup Sensitif, kreatif dan inovatif untuk mengembangkan Desa ini. Atau kita hanya larut dalam rutinitas untuk hidup dan berkembang disini dengan biasa-biasa saja.
Momentum Idul Adha hari ini harusnya mampu kembali menghadirkan kesadaran yang tinggi bagi kita. Kesadaran tentang berbagai substansi dari rutinitas kita. Termasuk didalamnya ibadah Qurban hingga salah satu ibadah dalam rukun Islam yakni Ibadah Haji. Mekah yang dahulu hanya merupakan padang pasir yang tandus nan angker dengan prosesi penyembahan berhala dan jual beli budaknya, dengan konsep Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW mampu menjadi salah satu #CitaTertinggi dari umat muslim dari seluruh dunia untuk berbondong-bondong kesini untuk beribadah.
Bangunan yang lebih megah dan hebat, jauh lebih banyak daripada kakbah yang hanya merupakan batu hitam berbentuk kubus besar tersebut. Namun yang menjadikannya jauh lebih hebat ialah keberkahan dari Allah dengan berbagai kisah historis tentang perubahan, keberanian, perjuangan dan kearifan dari Muhammad dan Para Sahabatnya.
Kalau kisah itu pernah terjadi di Mekah, Madinah dan berbagai wilayah lainnya dengan berbagai keterbatasan. Mengapa tidak dengan Tambasa dengan berbagai kelebihannya mampu diberkahi dan berkembang pula dengan Kita sebagai Kontributornya. Tambasa menjadi Desa Dunia nan Maju dan Makmur akan tercapai.
Sebagaimana pesan dari Helen Keller, Seorang yang Buta dan Tuli namun mampu menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh di dunia. Beliau berpesan bahwa Orang yang paling menyedihkan di dunia adalah seseorang yang memiliki penglihatan tetapi tidak memiliki visi. Oleh karena itu, milikilah Visi dan bergeraklah bersama. Karena Tak banyak yang dapat kita lakukan sendirian, sangat banyak yang dapat kita lakukan bersama-sama

ditulis setelah Makan Bersama dalam Semarak Idul Adha Desa Produktif Etos Makassar di Tambasa, 26/8/2018

Komentar

  1. Bangunlah Kotanya, bangunlah desanya

    BalasHapus
  2. How to Play Casino Site | LuckyClub
    Casino Site. With a welcome bonus of 30 Free Spins, you'll enjoy the biggest 카지노사이트luckclub online casino games and casino games in the market. The site's design and

    BalasHapus

Posting Komentar