Kemasan sensasional membalut kemegahan dan keramahtamahan. Tak ada kata gelap, yang ada ialah cahaya yang terus menyorot. Tak ada kata lusuh, yang ada selalu bersih dan rapi. Tak ada kata panas terik, yang ada sejuk nan nyaman. Tak ada ekspresi marah, yang ada kebahagiaan dan senyum yang senantiasa tersaji dari pojok ke pojok.
Dibalik layar, ada pencemaran lingkungan yang mengakselerasi pemanasan global. Dibalik layar, ada krisis energi yang senantiasa memaksa negeri kita impor. Dibalik layar, mereka yang berperan senantiasa risih dengan simpul senyum yang harus terus tersaji. Meski penat dan lelah dengan tuntutan tingkah kaku yang berlabel SOP.
Begitulah peradaban Mall yang menyajikan peradaban semu. Potret individualisme dalam balutan kapitalisme. Memperluas jarak antara tradisional dan modern, hingga memperluas kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya.
Permasalahan yang kompleks ini akhirnya terjawab dengan hadirnya Mall Nipah. Green Building pertama di Indonesia Timur. Inovasi yang diharapkan mampu merekonstruksi dan menebar inspirasi. Bahkan meminimalisir hingga menghapus kesenjangan yang ada.
| Integrasi Konsep Lingkungan dan Teknologi Nipah Mall |
Kesenjangan antara ekosistem tradisional yang identik dengan konservasi lingkungan. Serta identitas modernitas dengan potret perkembangan ekonomi dan penerapan Teknologi.
Mall Nipah mampu menjawab ekspektasi tersebut. Mall Nipah memadukan ruang indoor dan outdoor yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar dan total building area sekitar 121.000 meter persegi.
Mall Ini terdiri atas 5 Lantai dan 1 Basement dengan penyewa-penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar, baik skala nasional maupun internasional. Diantaranya ialah Cinema XXI, Fun World, Uniqlo, Upnormal dan masih banyak lagi.
Dalam aspek lingkungan, konstruksi dan bangunan menerapkan pemanfaatan sumber daya peralatan, material dan penggunaan energi yang seefisien mungkin. Instalasi pengolahan air limbah juga dibangun secara terpadu. Konsep ruang outdoor yang dominan juga meminimalisir penyejuk ruangan dan mengedepankan konsep alami.
| Nipah Mall menjadi Ruang Publik Sarana Hiburan Keluarga |
Penamaan Nipah Mall bahkan terinspirasi dari tanaman Nipah yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar dan menjadi sumber kehidupan masayarakat. Lekukan-lekukan di fasad mall menjadi metafora penggambaran bentuk buah nipah yang sangat artistik.
Nipah Mall bahkan menjawab problematika mengenai minimnya ruang publik kreatif sekaligus ruang terbuka hijau di Kota Makassar. Sehingga dengan hadirnya Nipah Mall, ekspresi kebahagiaan hadir lebih manusiawi dengan eratnya interaksi manusia dan alam.
Interaksi dengan sang pencipta dengan fasilitas masjid di lantai 5 juga sangat memukau. Salah satu Mall dengan Masjid terbesar di Makassar. Sungguh sangat mengesankan.
Kini kita tak lagi bergumam bahwa Mall selalu sama. Hanya menyajikan potret peradaban semu. Hanya merupakan ciri-ciri kota ”sakit”, karena sebagai ruang publik, ia tidak memenuhi tujuan sosial dan lingkungan.
Kini kita tak lagi menanti peradaban yang lebih ekologis hadir. Potret hadirnya di Nipah Mall dan menjadi inspirasi yang sangat baik bagi pembangunan kedepannya.
| Penyelenggara Makassar Bersastra V bersama Nipah Mall |
Komentar
Posting Komentar